Beberapa hal perlu kita cermati dugaan manipulasi narasi dan pengeditan visual yang menggiring opini publik seolah pesantren tempat tertutup dan ekstrem. Padahal kita mau merayakan Hari Santri, mustinya pihak media lebih peka pesantren, lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Lembaga penyiaran harus berhati-hati dalam mengangkat tema keagamaan dan sosial berbasis komunitas. Kritik boleh asal dilakukan atas dasar nilai-nilai keluhuran dan berdasarkan fakta lapangan, saat Guru kami diinjak-injak, kami tak-akan mundur untuk membela Guru kami walau langit akan runtuh. Timpal helmi lagi.













