Cikarang, CMI News — PT Nusantara Sawit Raya Tbk (NSSS) mencatat kinerja impresif sepanjang paruh pertama 2025. Emiten sawit ini berhasil membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp314,26 miliar. Angka tersebut melesat 1.323% dibandingkan semester I-2024 yang hanya mencapai Rp22,09 miliar.

Laporan keuangan per 30 Juni 2025 yang dirilis pada Jumat (28/8) menunjukkan, penjualan NSSS menembus Rp946,61 miliar. Realisasi ini naik 66,2% dibandingkan Rp569,56 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Efisiensi Biaya dan Lonjakan Pendapatan Jadi Kunci

Meski beban pokok penjualan meningkat tipis 3% menjadi Rp439,74 miliar, pertumbuhan pendapatan yang signifikan mendorong margin keuntungan semakin lebar. Laba bruto pun tercatat melonjak 254,9% menjadi Rp506,86 miliar, dibandingkan Rp142,81 miliar pada semester I-2024.

Efisiensi operasional juga tercermin dari laba usaha yang naik hampir empat kali lipat, menjadi Rp459,96 miliar dari sebelumnya Rp117,71 miliar. Sementara laba sebelum pajak mencatat pertumbuhan 923,8% menjadi Rp394,77 miliar dari Rp38,54 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Struktur Keuangan Menguat

Dari sisi neraca, NSSS memperlihatkan perbaikan struktur keuangan yang cukup sehat. Total liabilitas turun 6,8% menjadi Rp2,20 triliun per 30 Juni 2025, dibanding Rp2,36 triliun pada akhir 2024. Sebaliknya, total aset meningkat 4,3% menjadi Rp3,88 triliun dari Rp3,72 triliun.

Perbaikan ini menunjukkan adanya penguatan posisi keuangan, di tengah tren harga minyak sawit mentah (CPO) yang relatif stabil dan permintaan global yang terus berlanjut.