Kepastian hukum menjadi kunci penting untuk menarik lebih banyak investasi asing.
Kedua, sebagian besar cadangan migas Indonesia berada di wilayah terpencil dan berisiko tinggi.
Ditambah lagi, banyak lapangan migas existing sudah dalam fase mature sehingga mengalami penurunan produksi alami.
“Indonesia sudah melewati fase yang kini tengah dialami Vietnam. Kita butuh temuan besar (giant fields) untuk kembali menambah produksi. Terakhir kita punya Blok Cepu, setelah itu belum ada yang sebanding,” jelas Pri Agung.
Kebangkitan hulu migas Indonesia sangat bergantung pada realisasi sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN), seperti Blok Masela, Indonesia Deepwater Development (IDD), dan Tangguh UCC.
Jika proyek-proyek tersebut berhasil onstream, Indonesia akan mengirim sinyal positif kepada investor global.
Bagi perusahaan migas internasional (International Oil Company/IOC), daya tarik utama ada pada cadangan besar.
Standarnya, lapangan minyak harus memiliki cadangan minimal 500 juta barel, sementara lapangan gas di atas 3 TCF agar layak dikembangkan secara mandiri.













