
JAKARTA — Jagat media sosial dihebohkan oleh unggahan video propaganda yang menampilkan aksi ancaman penembakan terbuka oleh kelompok bersenjata di wilayah Papua. Dalam video yang diunggah akun Instagram @deepinsght, dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) melayangkan ultimatum melarang keras warga sipil menghadiri upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia.
Sambil memegang senjata api laras panjang, kelompok tersebut secara eksplisit mengancam tidak akan segan-segan menembak warga sipil di Papua yang nekat berpartisipasi dalam agenda peringatan kemerdekaan Indonesia tersebut.
Hingga saat artikel ini diturunkan, unggahan video propaganda tersebut mendadak viral dan telah disaksikan sebanyak 17 juta kali. Tingginya perhatian publik tecermin dari deretan data interaksi pada video Reels tersebut: Suka (Likes): 68 ribu, Komentar: 7.033 komentar, Diposting Ulang (Repost): 3.243 kali, Bagikan (Share): 23,4 ribu kali, dan Disimpan (Save): 3.560 kali.
Video ancaman KKB/OPM tersebut langsung memicu reaksi tajam dari puluhan ribu pengguna media sosial. Sebagian besar netizen mengecam aksi intimidasi tersebut, sementara yang lain menyoroti bahasa yang digunakan kelompok propaganda itu hingga mendesak aparat keamanan bertindak tegas.
Berikut beberapa petikan respons netizen di kolom komentar unggahan tersebut: @f********s: “bicara aja ga jelas, sok²an mau merdeka.. 😂”, @a*************k:** “Mana TNI ini… coba diurus orang2 ini pak… biar warga sipil di Papua aman2”, @r*********9_:** “lihat drone aja lari 😂”, @i********i_:** “Negara tidak bisa melindungi warganya sehingga timbul ancaman utk tidak boleh menyelenggarakan upacara bendera, apakah ini dinamakan melanggar HAM ???..”, @b****************a:** “Kalo nantang jangan sembunyi2 lah, tampil di umum biar enak perangnya cok.”, @j******he:** “Hey…pace, kau ngaku OPM, pKelah bahasa OPM tidak boleh itu kau pake bahasa Indonesia…😂😂, Itu bahasa persatuan bahasa Indonesia 🇮🇩…”, @y************h:** “Ngomong aja kaya kumur kumur 😂”,, dan @m*****************r:** “Tangkap tembak”. tulis mereka dalam komentarnya.

Aksi ultimatum berupa ancaman tindak kekerasan terhadap warga sipil menjelang hari peringatan kemerdekaan menjadi perhatian serius masyarakat luas, terutama menyangkut jaminan perlindungan keamanan dari aparat TNI-Polri bagi warga Papua. (red)






