Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, menyatakan bahwa proyek ini dirancang dengan konsep pemberdayaan hulu ke hilir. “Di Kabupaten Pemalang, angka pengangguran masih mencapai kurang lebih 50 ribu orang. Kehadiran dapur SPPG ini menjadi oase karena mampu menyerap tenaga kerja lokal secara langsung,” ungkapnya kepada CMI News saat diwawancarai.
Target utamanya adalah kesejahteraan yang merata. Kita tahu pengangguran kita masih di angka 50 ribuan. Jadi, kita ingin program ini jadi multi-player effect. Anak-anaknya dapat asupan gizi bagus supaya tidak stunting, tapi di sisi lain orang tuanya bisa bekerja di sini sebagai relawan atau pengelola.”
Lebih lanjut, Kami akan terus memantau dan memberikan dukungan melalui dinas terkait. Harapannya ini jadi percontohan bagi desa-desa lain. Ketahanan pangan lokal adalah kunci ketahanan daerah, imbuhnya.
Data menunjukkan bahwa SPPG 02 Kauman akan melayani sedikitnya 2.506 penerima manfaat. Uniknya, operasional dapur ini tidak diserahkan kepada pihak ketiga dari luar daerah, melainkan melibatkan 67 relawan dapur yang mayoritas adalah warga setempat dan orang tua dari anak-anak penerima manfaat.
Ekonomi Lokal Bergerak Selain penyerapan tenaga kerja, program ini juga berdampak pada sektor UMKM dan pertanian. Seluruh bahan baku pangan dipastikan dibeli dari pasar dan pemasok di wilayah Kabupaten Pemalang.
Kepala Dapur SPPG 02, Mais Habil, optimis bahwa keberlanjutan program ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi ketahanan ekonomi Desa Kauman. “Harapannya, warga tidak hanya sehat secara fisik karena gizi yang terpenuhi, tapi juga sehat secara ekonomi karena adanya lapangan pekerjaan,” tutupnya.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













