
CMI News, PEMALANG – Para pedagang di Pasar Hewan Randudongkal, Pemalang mengeluhkan sepi pembeli menjelang Idul Adha 1445 H, Pasar yang biasanya ramai oleh pembeli yang mencari ternak hewan kurban, tahun ini terlihat sepi dan tak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Para pedagang merasa khawatir karena mereka mengandalkan penjualan hewan kurban sebagai penghasilan utama mereka pada musim ini.
Sebagian besar pedagang menyebutkan bahwa penurunan jumlah pembeli mungkin disebabkan oleh banyaknya penjual hewan kurban di berbagai sudut kota, sehingga para pembeli hewan kurban tidak perlu jauh-jauh ke pasar hewan untuk membeli.
Menurut salah’ satu pedagang dari kabupaten Purbalingga Ndang mengatakan, bahwa pembeli mungkin enggan membeli hewan kurban karena beberapa alasan seperti tingginya harga dan kenaikan biaya hidup. Beberapa pembeli bahkan memilih untuk menyumbangkan uang mereka daripada membeli hewan kurban sendiri.
“Untuk lebaran Idul Adha kali ini sepi mas, tidak seperti tahun yang lalu, mungkin karena ekonomi lagi sulit jadi harganya di anggap terlalu mahal”, ujarnya dengan wajah lesu, Minggu (9/6/2024).

Senada dengan Ndang, Rian pedagang hewan ternak dari Mandiraja Moga, juga mengeluh sepi pembeli, namun ia tetap berharap agar situasi ini segera membaik dan pembeli kembali membanjiri pasar.
Mereka berharap agar masyarakat tetap menjalankan tradisi kurban meskipun dalam situasi yang sulit seperti sekarang ini.
Pasar Hewan Randudongkal merupakan salah satu pasar hewan terbesar di Pemalang selatan dan biasanya menjadi pusat perbelanjaan hewan kurban menjelang Idul Adha.
Namun, tahun ini suasana pasar terlihat kurang ramai dan pedagang menghadapi tantangan untuk menjual stok mereka.
Sementara menurut Pelaksana Pasar Hewan Randudongkal Ifana ja’i, juga menganggap sepinya pasar hewan di sebabkan oleh ekonomi yang belum setabil serta banyaknya lapak dadakan penjual hewan kurban di hampir setiap kota, lebih lanjut menurut pengamatannya penjualan hewan di Pasar Hewan Randudongkal turun Hinga 30%, dari tahun yang lalu,
“Iya memang pengunjung sekaligus pembeli untuk tahun ini agak sepi, mungkin berkurang sekitar 30% dari tahun sebelumnya”, jelasnya singkat.
Diharapkan dengan berjalannya waktu dan perbaikan situasi ekonomi, pasar hewan ini akan kembali ramai seperti tahun-tahun sebelumnya.
Para pedagang berharap agar masyarakat tetap mempertahankan tradisi kurban dan mendukung mereka dengan membeli hewan kurban dari pasar ini








