CMI News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren positif pada awal perdagangan Selasa pagi. IHSG dibuka naik 0,18% atau setara 14,39 poin ke level 8.137,63.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, sebanyak 254 saham menguat, 65 melemah, sementara 269 lainnya stagnan. Nilai transaksi pagi tercatat Rp315,27 miliar dengan volume perdagangan 536,30 juta saham yang berpindah tangan dalam 38.045 kali transaksi.

Sentimen Domestik: Fiskal & Program MBG

Dari dalam negeri, pasar masih merespons positif rencana pemerintah menggelontorkan Rp335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Dana jumbo tersebut diperkirakan mampu bergulir hingga Rp900 triliun dalam perekonomian, sehingga mendorong aktivitas konsumsi sekaligus pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, pernyataan optimistis Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai arah kebijakan fiskal dan stabilitas rupiah turut menambah kepercayaan pelaku pasar.

Rupiah Terbantu Dolar Melemah

Rupiah juga mendapat angin segar dari eksternal. Indeks dolar AS melemah ke level 97,9, turun dari kisaran 98 akibat kekhawatiran potensi shutdown pemerintah AS. Kondisi ini membuat investor melepas aset berbasis dolar dan beralih ke mata uang lain, termasuk rupiah.

Namun, pasar tetap waspada terhadap dinamika politik anggaran di Washington. Pertikaian antara Partai Republik pimpinan Presiden Donald Trump dan oposisi Demokrat berpotensi menghentikan sebagian layanan pemerintah AS jika tidak segera tercapai kesepakatan RUU anggaran.

Risiko Global: Data Tenaga Kerja & The Fed

Dari Amerika Serikat, investor menunggu rilis data JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Survey) Agustus 2025. Pada Juli lalu, lowongan pekerjaan turun ke level terendah dalam 10 bulan, menandakan pelemahan pasar tenaga kerja.

Data ini menjadi salah satu pertimbangan penting The Federal Reserve. Pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga 25 basis poin pada akhir bulan, seiring pernyataan Ketua Jerome Powell mengenai meningkatnya risiko perlambatan tenaga kerja.

Pasar Asia Bergerak Variatif

Sementara itu, bursa Asia-Pasifik dibuka bervariasi. S&P/ASX 200 Australia naik 0,1% menunggu keputusan suku bunga RBA, sedangkan Nikkei 225 Jepang melemah 0,17%. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,27% dan Kosdaq menguat 0,18%. Adapun kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 26.735, sedikit di atas penutupan sebelumnya.

Dari Wall Street, tiga indeks utama ditutup menghijau semalam. S&P 500 naik 0,26% ke 6.661,21, Nasdaq Composite bertambah 0,48% ke 22.591,15, dan Dow Jones menguat 0,15% ke 46.316,07.