Harga sempat turun, kemudian kembali naik dalam waktu singkat. Pola serupa juga terlihat di kawasan lain seperti Eropa, di mana harga DDR5 sempat menurun pada Maret sebelum kembali meningkat pada April.
Analis industri menilai bahwa kondisi ini tidak lepas dari tingginya permintaan memori untuk kebutuhan pusat data dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Produsen memori global saat ini lebih memprioritaskan pasokan untuk sektor tersebut, sehingga ketersediaan untuk pasar konsumen menjadi terbatas.
Sinyal pelonggaran harga juga mulai terlihat di pasar Amerika Serikat dan Jerman, sebagaimana dilaporkan oleh firma analis TrendForce.
Namun, secara keseluruhan, harga memori masih berada di level empat hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan era sebelum krisis.
Sebagai komponen vital dalam sistem komputer, RAM berperan penting dalam menunjang performa perangkat, terutama untuk multitasking dan menjalankan aplikasi berat.
Oleh karena itu, pergerakan harga RAM menjadi perhatian utama bagi konsumen maupun industri teknologi secara luas.
Dengan mulai turunnya harga di beberapa wilayah, pasar kini menanti apakah tren ini akan berlanjut dan membawa harga kembali ke tingkat yang lebih terjangkau dalam waktu dekat.













