Cikarang, CMI News – Harga emas dunia tergelincir pada perdagangan Kamis (14/8/2025), tertekan oleh rilis data inflasi produsen Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan, disertai penurunan klaim pengangguran mingguan. Kondisi ini memicu penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi, sekaligus mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Mengutip Reuters, perkembangan tersebut mengikis ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga besar-besaran oleh Federal Reserve (The Fed) pada September mendatang.
Harga emas spot terkoreksi 0,62% menjadi US$ 3.335,21 per ons, sementara kontrak emas berjangka AS pengiriman Desember melemah 0,7% ke US$ 3.383,20 per ons.
Penguatan indeks dolar AS sebesar 0,5% dari posisi terendah dalam dua pekan membuat emas lebih mahal bagi pembeli non-AS. Di saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik dari posisi terendah sepekan.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















