Cikarang, CMI News — Harga emas dunia kembali tertekan pada perdagangan Jumat, 18 Juli 2025.
Setelah sempat menunjukkan penguatan di awal pekan, logam mulia ini kini tersendat di tengah tekanan eksternal, khususnya dari penguatan dolar AS dan sinyal ketahanan ekonomi Amerika Serikat yang masih solid.
Berdasarkan data yang dikutip dari Reuters, harga emas spot tercatat turun tipis 0,08% ke level US$ 3.336,61 per ons. Sehari sebelumnya, Kamis (17/7), harga emas juga melemah 0,19% dan ditutup di posisi US$ 3.340,37 per ons.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS terkoreksi 0,1% menjadi US$ 3.343,20. Secara mingguan, harga emas tercatat turun sekitar 0,5%.
Dolar AS Jadi Kunci Tekanan
Meskipun indeks dolar AS melemah 0,1% pada perdagangan Jumat, posisi greenback masih lebih kuat secara mingguan dan mencatatkan penguatan dua pekan berturut-turut.
Dalam kondisi seperti ini, harga emas biasanya akan terpukul karena daya beli investor non-AS terhadap emas jadi menurun, mengingat emas dihargai dalam dolar.
Kelvin Wong, analis pasar senior di OANDA, menjelaskan bahwa kondisi ekonomi AS yang masih cukup solid memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan bersikap terlalu longgar dalam waktu dekat.
โSelama data ekonomi tetap kuat, pasar akan menahan ekspektasi pelonggaran moneter,โ ujarnya.
Data Ekonomi AS Makin Solid
Data ekonomi yang rilis baru-baru ini turut memperkuat tekanan terhadap emas. Penjualan ritel AS tercatat tumbuh 0,6% pada Juni 2025, berbalik dari penurunan 0,9% di Mei.
Selain itu, klaim awal tunjangan pengangguran turun sebesar 7.000 menjadi 221.000, jauh lebih baik dari ekspektasi pasar yang berada di angka 235.000.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi AS masih cukup resilient.
Dengan inflasi yang tetap jadi perhatian dan pasar tenaga kerja yang masih ketat, ruang bagi The Fed untuk menunda pemangkasan suku bunga masih terbuka.
Namun demikian, Gubernur The Fed, Christopher Waller, tetap memberi sinyal bahwa pemangkasan suku bunga bisa dilakukan pada akhir bulan ini jika tekanan terhadap ekonomi mulai meningkat.
Komoditas Lain Justru Menguat
Sementara emas mengalami koreksi, logam mulia lainnya justru mencetak rekor. Harga platinum melonjak 1% menjadi US$ 1.472,20 per onsโtingkat tertinggi sejak Agustus 2014.
Palladium juga menguat 1,4% ke US$ 1.297,78 per ons, tertinggi sejak Agustus 2023. Harga perak bergerak stabil di level US$ 38,12 per ons.
Outlook Emas Masih Berliku
Meskipun emas dikenal sebagai aset aman (safe haven), kekuatannya sangat bergantung pada arah suku bunga global.
Dalam konteks saat ini, selama The Fed belum memberi sinyal yang jelas soal pemangkasan agresif, harga emas diperkirakan akan bergerak terbatas.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















