Kenaikan ini dipicu laporan Financial Times serta dokumen Bea Cukai AS (CBP) yang mengkategorikan emas batangan berukuran 1 kilogram dan 100 ons troy asal Swiss sebagai komoditas yang terkena tarif sejak 5 April 2025.
Akibat kabar ini, selisih harga antara kontrak berjangka di New York dan harga spot di London melebar lebih dari US$ 100. UBS memperkirakan, jika tarif benar-benar berlaku, premi harga tersebut akan semakin tinggi, memicu peluang arbitrase di pusat pemurnian emas di luar Swiss.
Swiss sendiri merupakan pusat pemurnian emas terbesar di dunia, mengolah sekitar 70% pasokan emas global setiap tahun. Pada 2024, Swiss mengekspor emas batangan senilai CHF 7,86 miliar (sekitar US$ 9,7 miliar) ke AS.
Namun, tarif impor AS terhadap barang Swiss sudah naik dari 31% menjadi 39% pekan lalu. Menurut Christoph Wild, Presiden Asosiasi Produsen dan Pedagang Logam Mulia Swiss, kebijakan ini bisa memukul keras industri emas negaranya. โDengan tarif 39%, ekspor emas batangan ke AS hampir pasti berhenti,โ ujarnya.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















