Cikarang, CMI News – Setelah mencatat reli panjang hingga menembus rekor tertinggi empat bulan lalu, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kini bergerak stabil.

Pergerakan ini menjadi sorotan pelaku pasar dan investor ritel yang selama beberapa bulan terakhir memantau lonjakan harga emas global.

Berdasarkan data resmi Logam Mulia Antam (31/8/2025), harga emas satuan 1 gram dibanderol Rp1.980.000 per batang, tidak berubah dibandingkan posisi perdagangan sehari sebelumnya.

Begitu pula harga buyback atau pembelian kembali emas Antam, yang tetap di level Rp1.827.000 per gram.

Sebagai catatan, harga emas Antam pernah menembus rekor tertinggi Rp2.039.000 per gram pada 24 April 2025.

Stabilnya harga emas Antam sejalan dengan tren emas internasional.

Pada perdagangan Jumat (29/8), emas dunia ditutup menguat 0,9% ke US$3.446,75 per troy ons, menandai kenaikan empat hari berturut-turut dengan total penguatan 2,4% dalam sepekan.

Posisi ini sekaligus menjadi level penutupan tertinggi sepanjang sejarah, melampaui rekor sebelumnya di US$3.432,19 per troy ons pada Juni 2025.

Meski demikian, rekor intraday emas global masih tercatat di level US$3.500,05 per troy ons pada April lalu.

Lonjakan emas internasional tak lepas dari rilis data ekonomi Amerika Serikat.

Pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti, indikator inflasi pilihan The Fed, naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan pada Juli 2025.

Kenaikan harga dipicu biaya impor yang lebih tinggi, membuat pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan September mendatang.

Probabilitas pemangkasan tersebut kini mencapai 89%, naik dari 85% sebelum rilis data.

Bagi emas, yang tidak menawarkan imbal hasil bunga, prospek suku bunga rendah menjadi katalis utama penguatan harga.

Kondisi inilah yang membuat emas kembali dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian global.***