Pemalang – Suasana haru dan bangga menyelimuti GOR SMP Negeri 2 Randudongkal, ketika ratusan siswa kelas IX beserta para wali murid memadati ruang acara dalam momen perpisahan tahun ajaran 2021/2025. (27 / 05 /2025) Mengangkat tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, sekolah ini menyelenggarakan Gelar Karya sebagai wujud kolaborasi lintas elemen dalam mengapresiasi bakat dan capaian peserta didik.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah, Ibu Indri Undiarsih, S.Pd., yang menekankan pentingnya harmoni antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat sebagai kunci lahirnya pendidikan yang bermutu. “Partisipasi semua pihak adalah fondasi utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara emosional dan sosial,” ungkapnya dengan penuh makna.
Gelar Karya bukan sekadar ajang unjuk penampilan, melainkan panggung inklusif yang menampilkan mozaik budaya dan kreativitas. Deretan pertunjukan seni seperti Tari Saman (kelas 7C), Tari Sajojo (kelas 7A), dan Tari Merak Ngigel (kelas 7F) sukses memukau hadirin dengan harmonisasi gerakan dan semangat kebhinekaan.
Sementara itu, vokal merdu Ayatul Husna membawakan lagu “Sorai” yang menyentuh hati, mengajak seluruh penonton hanyut dalam nuansa syahdu.
Tak berhenti pada seni, apresiasi terhadap prestasi akademik turut menjadi sorotan. Najmi Zahra Rajabani, juara 1 lomba Story Telling tingkat Kabupaten Pemalang, memukau dengan pembawaan cerita rakyat “Timun Mas”.
Disusul penampilan penuh percaya diri dari peraih juara 2 Speech English tingkat Kabupaten Pemalang, yang menandai keberanian siswa menembus panggung kompetitif di luar sekolah.
Suasana semakin membanggakan ketika nama-nama siswa dibacakan dalam 9 besar setiap kelas, hingga puncaknya, 10 besar paralel siswa tahun 2025 diumumkan. Prosesi penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh kepala sekolah, menjadi simbol penghormatan atas kerja keras, disiplin, dan dedikasi mereka selama menempuh pendidikan.

Menjelang akhir acara, suasana semakin semarak dengan segmen hiburan. Peragaan Busana Ecoprint memamerkan hasil karya ramah lingkungan yang dikemas dengan estetika modern. Siswa kelas 8I juga turut menyumbangkan energi melalui penampilan Senam P5, ditutup dengan penampilan siswa menyanyikan Lagu ” Sampai Jumpa” menjadi penanda bahwa perjalanan ini mungkin berakhir, tetapi kenangan dan nilai-nilai yang ditanamkan akan terus terukir di memori.

Ibu Indit Undiarsih, S.Pd. mengungkapkan rasa haru dan bangganya. Ia mengaku terkesan dengan keberagaman karya yang dipersembahkan siswa, mulai dari seni pertunjukan hingga hasil produksi seperti totebag, lukisan, dan berbagai karya kreatif lainnya yang dipajang dengan penataan menarik.
Kepala sekolah juga menyampaikan Siswa SMP Negeri 2 Randudongkal pernah produksi sabun batang, sabun cuci piring, sebagai apresiasi para guru membeli hasil produksi para siswa.
“Saya sebagai Kepala Sekolah, bersama para guru, sangat mengapresiasi kreativitas dan produktivitas para siswa. Semua ini membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya soal teori, tetapi juga ruang untuk mencipta, berinovasi, dan memberi makna. Hari ini saya sangat terharu melepas siswa kelas IX, namun juga bangga karena mereka telah meninggalkan jejak luar biasa di sekolah ini,” tutur beliau, menutup acara dengan mata berkaca-kaca dan senyum penuh makna.
Gelar Karya SMP Negeri 2 Randudongkal menjadi bukti nyata bahwa pendidikan bermutu lahir dari semangat kebersamaan. Dengan partisipasi semesta, mimpi-mimpi siswa terus dirawat dan dijaga agar tumbuh menjadi masa depan yang gemilang.















