PEMALANG – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) ADIAS Pemalang menggelar Wisuda ke-23 untuk Program Sarjana dan Wisuda Perdana untuk Program Magister Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 80 mahasiswa resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung di Regina Convention Center (RCC) Hotel Regina, Senin (21/9/2026).
Momen kelulusan ini tidak sekadar perayaan akademis, melainkan juga pendorong bagi para alumni untuk ikut memajukan perekonomian daerah. Para lulusan yang diwisuda berasal dari empat program studi, yakni Magister Manajemen, S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Sistem Informasi.
Prosesi pengukuhan dipimpin oleh Ketua Senat ITB ADIAS Pemalang, Noor Rosyadi, dengan didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dian Murdianingsih.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, menyampaikan pesan agar para sarjana dan magister baru ini tidak hanya berfokus mencari kerja, tetapi aktif menciptakan lapangan usaha baru berbasis kewirausahaan (entrepreneurship) guna menyokong kemajuan UMKM lokal.
Menurut Nurkholes, visi ITB ADIAS untuk menjadi institut unggul berbasis kewirausahaan nasional pada tahun 2032 sangat selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Pemalang. Kampus dituntut tidak hanya melahirkan lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga individu yang mandiri, kreatif, dan solutif.
“Jiwa kewirausahaan bukan cuma soal bisnis, melainkan kemampuan melihat peluang di tengah kendala, berani berinovasi, memecahkan masalah, serta pantang menyerah,” tegas Nurkholes.
Ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengatasi tantangan pembangunan di daerah. Secara khusus, ia mengapresiasi dedikasi salah satu wisudawan, Abdul Haris Malik, yang tetap menyelesaikan pendidikannya meski memiliki kesibukan padat sebagai dokter spesialis. Semangat belajar tanpa henti ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Untuk mendukung pergerakan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pemalang berkomitmen terus menyediakan ruang bagi pelaku usaha. Salah satu langkah konkrit yang disinggung adalah penataan kawasan Citywalk Pemalang sebagai pusat aktivitas UMKM dan daya tarik pariwisata berbasis budaya lokal.
Nurkholes berharap, kolaborasi antara sektor pendidikan, inovasi lulusan perguruan tinggi, serta penguatan tradisi budaya dapat menjadi motor penggerak utama dalam memajukan potensi ekonomi Pemalang di masa depan.






