
Nabire, CMI News – Festival Kopi Papua Tengah 2026 resmi ditutup oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tumiran, Jumat (30/10/2026) sore, di Aula Gereja KSK, Bukit Meriam, Nabire.
Penutupan festival bertema, “Dari Kebun Kopi ke Cangkir, Dari Petani Kopi untuk Papua Tengah”, ini, menjadi momentum untuk mendorong pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan sekaligus sumber penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Tumiran, ditegaskan bahwa kopi Papua Tengah bukan sekadar hasil perkebunan, melainkan bagian dari identitas daerah, kekayaan lokal, dan peluang ekonomi masa depan.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menekankan bahwa keberhasilan festival tidak boleh berhenti pada kemeriahan acara.
Pengembangan ekosistem kopi harus berlanjut melalui pendampingan petani, pelatihan, peningkatan kualitas produksi, serta fasilitasi akses pasar.

“Yang kita bangun adalah ekosistem yang nyata, berkelanjutan, dan yang paling penting petani harus menjadi pihak yang paling diuntungkan dari hasil kerja keras mereka sendiri,” tegas Gubernur Meki Nawipa dalam sambutan tersebut.
Pemprov Papua Tengah telah menetapkan kopi sebagai salah satu komoditas prioritas. Karena itu, pengembangan sektor ini diharapkan melibatkan seluruh rantai usaha, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.
Festival tersebut juga menjadi ruang pertemuan bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mengenal potensi kopi lokal serta membuka peluang kerja sama.
Generasi muda Papua Tengah turut didorong mengambil bagian dalam industri kopi, baik sebagai petani, pengolah, barista, maupun pelaku pemasaran.
Gubernur melalui sambutannya mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan festival bukan hanya pada pelaksanaan acaranya, melainkan pada perubahan nyata setelah kegiatan berakhir, terutama peningkatan kualitas produksi dan kesejahteraan petani.
Dengan berakhirnya festival, Pemprov Papua Tengah berharap semangat pengembangan kopi terus berlanjut melalui kerja sama pemerintah, petani, dan pelaku usaha agar kopi Papua Tengah semakin dikenal di pasar nasional maupun internasional.(*)







