Dalam berkas tersebut, Epstein disebut tidak bertindak sendiri, melainkan bersama tiga individu lain yang berperan membujuk dan merekrut anak di bawah umur untuk prostitusi.
Namun hingga kini, ketiga nama itu sepenuhnya disamarkan, memicu kecurigaan publik soal adanya perlindungan terhadap pihak tertentu.
Pernyataan DOJ Dipertanyakan
Menanggapi kritik, DOJ menyatakan bahwa seluruh nama yang disensor adalah perempuan korban, bukan pelaku pria.
Namun klaim itu dipatahkan oleh fakta lapangan.
Beberapa email eksplisit soal perekrutan tetap disensor, sementara nama korban justru lolos penyamaran.
“Tidak masuk akal bila pernyataan korban dihapus, tapi dugaan perekrut dibiarkan anonim,” ujar anggota Kongres AS Ro Khanna.
Situasi memburuk setelah terungkap bahwa hampir 100 korban tercantum dalam rilis awal dokumen.
DOJ nyaris menghadapi sidang darurat di pengadilan federal sebelum akhirnya mencapai kesepakatan dengan kuasa hukum korban untuk menarik berkas bermasalah.











