PEMALANG, CMI News – Tradisi Ruwat Bumi di Dusun Wanasari, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari berlangsung khidmat dan penuh makna dengan digelarnya pentas wayang kulit semalam suntuk. Pementasan yang menghadirkan dalang kondang asal Kabupaten Banjarnegara, Ki Jalu Pamungkas, membawa lakon historis sarat pesan moral, “Gatotkaca Jumeneng Nata”.

Acara budaya sekaligus ruang doa bersama ini dihadiri langsung oleh Camat Pulosari, Arif Senoaji, S.STP., M.Si., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca). Turut menyambut di lokasi acara, Kepala Desa Penakir Agus Riyadi, Ketua Pengurus Ranting NU Penakir Ust. Abdullah, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati area pementasan dengan penuh antusias.

Dalam sambutan resminya, Camat Pulosari Arif Senoaji mula-mula menyampaikan salam takzim serta amanah langsung dari Bapak Bupati Pemalang kepada segenap warga Desa Penakir. Pihaknya mengapresiasi kerukunan warga yang tetap kokoh melestarikan adat leluhur di tengah tantangan yang dihadapi daerah.

Lebih lanjut, mantan lulusan STPDN ini mengupas secara mendalam makna di balik pemilihan lakon pewayangan malam itu. Ia menegaskan bahwa esensi dari “Gatotkaca Jumeneng Nata” bukan sekadar proses pengukuhan seorang raja, melainkan simbol ketangguhan, tanggung jawab besar, dan kesiapan untuk menghadapi ujian.

“Lakon Gatotkaca Jumeneng Nata ini harus menjadi pemantik semangat dan momentum kebangkitan bagi seluruh warga Dusun Wanasari. Kita tahu wilayah ini sempat diuji oleh bencana, namun seperti halnya ksatria Gatotkaca, masyarakat Wanasari pasca-bencana harus mampu bangkit kembali secara kokoh, mandiri, dan lebih kuat,” ujar Arif Senoaji di hadapan para tokoh dan warga desa.

Camat juga berharap agar persatuan dan semangat gotong royong warga terus dipelihara demi mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial di lingkungan setempat. Melalui ritual ruwat bumi dan doa bersama ini, diharapkan segala potensi kemakmuran dusun dapat segera terwujud.

“Mudah-mudahan dengan keikhlasan doa kita semua malam ini, masyarakat Dusun Wanasari senantiasa dilimpahi keberkahan, kemakmuran yang merata, serta yang paling utama adalah dijauhkan dari segala marabahaya maupun bencana di masa-masa yang akan datang,” pungkas Arif Senoaji mengakhiri arahannya. (Red)