Cikarang, CMI News — Tiga emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu mencuri perhatian pasar pada sesi pertama perdagangan Senin, 14 Juli 2025.
Saham-saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kompak menanjak tajam, dipicu sentimen positif dari MSCI.
Kinerja Saham: Lonjakan Signifikan di Tengah Optimisme Pasar
CUAN tercatat melesat 19,27% ke level Rp 17.175, dengan nilai transaksi menyentuh Rp 978,17 miliar dari total 978,17 juta lembar saham.
PTRO bahkan mencatat kenaikan lebih tinggi, yakni 22,26% ke Rp 3.900, dengan nilai transaksi Rp 1,05 triliun dari perputaran 284,53 juta saham.
BREN, saham energi terbarukan andalan Barito Group, juga melonjak 19,67% ke Rp 7.300, membukukan nilai transaksi sebesar Rp 941,25 miliar.
Kenaikan tajam ini tidak lepas dari pengumuman MSCI yang menyatakan bahwa ketiga saham tersebut tidak lagi dikenai perlakuan khusus (exceptional treatment) dalam peninjauan indeks mendatang.
MSCI Hapus Syarat FCA, Pasar Menyambut Positif
Dalam keterangannya, MSCI mengklarifikasi bahwa saham CUAN, PTRO, dan BREN akan kembali dievaluasi menggunakan metodologi standar, sebagaimana saham lainnya, mulai dari indeks review Agustus 2025 dan seterusnya.
Keputusan ini muncul setelah MSCI memutuskan untuk tidak melanjutkan wacana penerapan kriteria Papan Pemantauan Khusus (FCA) dan Unusual Market Activity (UMA) sebagai syarat review indeks selama 12 bulan terakhir. Penolakan dari pelaku pasar menjadi salah satu alasan utama pembatalan.
“Pelaku pasar menilai aturan itu terlalu ketat dan tidak selaras dengan praktik di bursa saham lain seperti Taiwan,” ungkap riset dari Stockbit Sekuritas, dikutip Senin, (14/7/2025).
Sebagai gantinya, MSCI hanya akan mengecualikan saham yang berada di Papan Pemantauan Khusus (Full Call Auction/FCA) selama empat bulan terakhir sebelum tanggal efektif peninjauan indeks.
Sentimen Positif untuk Emiten Grup Barit
Pencabutan perlakuan khusus oleh MSCI menjadi katalis utama yang mendorong lonjakan harga saham ketiga emiten ini.
Langkah MSCI dianggap sebagai restorasi kepercayaan terhadap likuiditas dan transparansi ketiganya, sekaligus membuka peluang masuknya kembali saham-saham ini ke dalam portofolio investor institusi global.
Dalam jangka pendek, sentimen ini berpotensi meningkatkan akumulasi oleh investor ritel dan institusi domestik. Namun dalam jangka menengah hingga panjang, pelaku pasar akan mencermati kinerja fundamental masing-masing emiten, terutama CUAN dan PTRO yang bergerak di sektor tambang, serta BREN sebagai pionir energi baru dan terbarukan.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















