Cikarang, CMI News — Investor kawakan sekaligus taipan energi, Prajogo Pangestu, kembali menunjukkan komitmennya terhadap portofolio bisnis tambang dan energi. Melalui entitas investasinya, PT Kreasi Jasa Persada, Prajogo memborong saham PT Petrosea Tbk (PTRO) dalam jumlah signifikan, bahkan di atas harga pasar.
Aksi ini tercatat pada 24 Juli 2025, ketika Kreasi Jasa Persada mengakuisisi 2.599.400 lembar saham PTRO dengan harga rata-rata Rp 3.847,11 per saham. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan harga pasar pada hari yang sama, di mana saham PTRO dibuka di level Rp 3.800 dan ditutup di Rp 3.700.
Dengan total transaksi senilai sekitar Rp 10 miliar, kepemilikan Kreasi Jasa Persada di PTRO naik tipis menjadi 45,31% dari sebelumnya 45,29%. Kenaikan ini memang tidak besar secara persentase, namun mengirimkan sinyal kuat ke pasar: ada keyakinan jangka panjang terhadap fundamental dan prospek PTRO.
Sekretaris Perusahaan PT Petrosea, Anto Broto, menyampaikan dalam keterbukaan informasi bahwa tujuan pembelian saham tersebut murni untuk investasi. Ini sejalan dengan manuver Prajogo yang beberapa hari sebelumnya juga membeli saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebanyak 3 juta lembar di harga Rp 7.944 per saham. Dengan asumsi tersebut, total dana yang digelontorkan mencapai Rp 23,83 miliar.
Pergerakan saham PTRO sendiri cukup fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir. Sepanjang pekan lalu, saham PTRO sempat terkoreksi tajam hingga 13,4% ke level Rp 3.620. Namun pada perdagangan Senin, 28 Juli 2025, saham ini rebound tajam, naik 8,29% dan ditutup di level Rp 3.920. Kapitalisasi pasar PTRO kini tercatat sebesar Rp 39,54 triliun.
Selain Kreasi Jasa Persada, PT Caraka Reksa Optima juga menjadi pemegang saham utama dengan porsi 29,56%. Sisanya, sekitar 25,03% saham PTRO dimiliki oleh publik dengan kepemilikan di bawah 5%.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















