Sebagai upaya preemtif, jajaran lalulintas akan melakukan upaya pembinaan dan penyuluhan ke berbagai komponen masyarakat baik pelajar, mahasiswa, kelompok otomotif, serta pengguna jalan.
“Termasuk nantinya melakukan upaya kampanye keselamatan berlalulintas di pondok pesantren, melaksanakan Ramp Check kendaraan, serta menggelar klinik kesehatan bagi para pengemudi”, urainya.
Segala bentuk potensi gangguan, akan menjadi sasaran operasi, ambang gangguan dan gangguan nyata, yang berpotensi menimbulkan kemacetan, pelanggaran serta laka lantas yang berakibat fatal.
Dirlantas juga berpesan kepada personil, untuk mengedepankan upaya non justisial berupa teguran lisan secara simpatik.



















