
DOGIYAI, CMI News – Asisten III Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Dogiyai, Willem Tagi, S.IP., secara resmi meresmikan gedung baru SMP Negeri 1 Mapia di Kampung Bomomani, Distrik Mapia, pada Kamis (30/7/2026). Peresmian ini dilakukan mewakili Bupati Kabupaten Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di wilayah pedalaman.
Dalam sambutannya, Willem Tagi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan fasilitas pendidikan tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran gedung sekolah baru bukan sekadar penambahan infrastruktur fisik, melainkan simbol semangat baru untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar.
“Pendidikan adalah investasi utama masa depan bangsa. Gedung ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah terhadap generasi muda Mapia. Oleh karena itu, saya berpesan agar kita semua menjaganya dengan baik,” ujar Willem Tagi.
Asisten III Setda Dogiyai menyampaikan tiga poin arahan strategis kepada para pemangku kepentingan di lingkungan sekolah:
Pertama,Kepada Kepala Sekolah dan Tenaga Pendidik: dimanfaatkanlah gedung baru ini secara optimal untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif. Fokus utama harus tetap pada pembentukan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter mulia.

Lanjutnya bagian kedua,Jadikan fasilitas baru ini sebagai motivasi untuk lebih giat belajar. Siswa diwajibkan menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan merawat setiap fasilitas yang ada dengan rasa tanggung jawab penuh, sehingga kenyamanan belajar dapat terjaga.
Kepada Seluruh Elemen Masyarakat Mapia:diharapkan adanya partisipasi aktif dari orang tua dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset berharga ini. Dengan perawatan kolektif, gedung sekolah dapat bertahan lama dan bermanfaat bagi banyak generasi di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Willem Tagi juga menyampaikan pesan tegas dan krusial terkait status kepemilikan lahan tempat berdirinya SMP Negeri 1 Mapia. Ia menegaskan bahwa tanah lokasi sekolah tersebut telah diserahkan secara sukarela oleh pemilik ulayat sebelumnya, yakni dari Marga Tigi dan Kegiye, kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai.
“Kepada keluarga besar Marga Tigi dan Kegiye, serta seluruh keturunannya, kami sampaikan terima kasih atas keikhlasan menyerahkan tanah ini. Namun, perlu ditegaskan bahwa sejak saat penyerahan, tanah ini telah sah menjadi aset milik Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai,” tegas Willem Tagi.
Ia menambahkan peringatan keras agar tidak ada lagi klaim atau gugatan di masa depan terkait lahan tersebut.
“Maka, mulai hari ini dan seterusnya, anak-anak, cucu, maupun keturunan dari Marga Tigi dan Kegiye dilarang keras untuk menggugat atau mengklaim kembali tanah yang kini menjadi aset pemerintah. Ini adalah harta negara untuk pendidikan anak-anak kita semua, bukan milik pribadi lagi. Mari kita hormati keputusan leluhur yang telah menghibahkan tanah ini demi kemajuan pendidikan,” pungkasnya.
Peresmian gedung baru SMP Negeri 1 Mapia ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Distrik Mapia, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan aset negara.






