PEMALANG, CMI News – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang diinisiasi oleh Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pemalang dalam memberantas buta aksara keagamaan. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi jajaran pengurus MUI di Ruang Peringgitan Kantor Bupati Pemalang, Selasa (23/6/2026).
Dalam pertemuan penuh kehangatan tersebut, MUI Kabupaten Pemalang memperkenalkan Metode Mekon, sebuah formula pembelajaran membaca Al-Qur’an yang dirancang khusus bagi pemula. Metode ini menawarkan sistem belajar dari nol secara cepat, mudah, dan sistematis melalui lima tahapan pembelajaran sederhana.
Bupati Anom Widiyantoro mengungkapkan, kehadiran Metode Mekon dan penerbitan buku panduannya menjadi angin segar bagi penguatan literasi keagamaan di wilayahnya. Menurutnya, metode yang praktis dan menyenangkan seperti ini akan sangat membantu masyarakat dalam mempelajari kitab suci tanpa merasa terbebani.
“Buku-buku ini, termasuk buku panduan pembelajaran Al-Qur’an dan Al-Qur’an Al-Fatihah, merupakan karya yang sangat bermanfaat. Kami sangat mengapresiasi dedikasi, karya, serta kontribusi nyata dari MUI Pemalang dan Epstiono dalam memberikan edukasi yang menyentuh langsung kebutuhan umat,” ujar Anom usai audiensi.
Guna memastikan asas manfaatnya dirasakan secara luas, Pemerintah Kabupaten Pemalang menyatakan komitmennya untuk ikut bergerak. Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemalang, pemerintah daerah akan mendukung penuh dan memfasilitasi sosialisasi Metode Mekon ke berbagai lapisan masyarakat.
Langkah ini selaras dengan ajakan Bupati agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama menggalakkan gerakan memasyarakatkan Al-Qur’an. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya visi Kabupaten Pemalang yang religius, berakhlak mulia, dan berdaya.
Menariknya, kontribusi MUI Pemalang tidak berhenti pada aspek literasi Al-Qur’an saja. Dalam kesempatan yang sama, mereka juga memperkenalkan buku Tsabit Kolbi, sebuah karya literatur yang memuat panduan komprehensif dalam membangun keluarga yang bahagia dan harmonis.
Buku Tsabit Kolbi ini sekaligus diproyeksikan menjadi instrumen edukasi strategis di tengah masyarakat untuk menekan angka pernikahan usia dini yang masih menjadi tantangan sosial di daerah.
“Semoga segala ikhtiar dan kerja keras yang dilakukan ini menjadi amal jariyah serta membawa keberkahan yang melimpah bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang,” pungkas Bupati Anom.
Dalam menerima kunjungan silaturahmi tersebut, Bupati turut didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemalang, Tetuko Raharjo, serta Asisten Administrasi Umum Setda Pemalang, Bagus Sutopo. Bagi warga atau lembaga yang membutuhkan buku-buku panduan tersebut, MUI Kabupaten Pemalang membuka akses bagi masyarakat untuk memperolehnya secara langsung melalui kantor sekertariat mereka.













