“Dalam pengelolaan Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting yang lebih efektif dan efisien, diperlukan adanya kepedulian, dukungan, komitmen dan partisipasi aktif dari para stakeholder serta mitra kerja di keseluruhan tingkatan wilayah,” ungkapnya.
Ditambahkan Rohdiana, BKKBN bersama LDII telah menandatangani Noto Kesepahaman Bersama Nomor : 13/KSM/G2/2024 pada tanggal 27 Juli 2024 tentang dukungan pelaksanaan Program Bangga Kencana serta Percepatan Penurunan Stunting di lingkungan LDII. Harapannya dengan kesepahaman ini dapat meningkatkan peran serta mitra kerja, khususnya LDII dalam membantu akselerasi pencapaian program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting.
Beberapa tujuan kegiatan ini antara lain melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) tentang program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting, peningkatan kapasitas dan kompetensi jajaran DPW LDII DIY beserta anggota tentang BKKBN, mensinergikan sumber daya yang ada di LDII DIY untuk membantu program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting, serta meningkatkan kepedulian dan membantu program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di lingkungan LDII.
Sebagai narasumber utama, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa penentu masa depan sebuah bangsa adalah generasi penerusnya. Maka harus dipersiapkan sejak dalam kandungan agar menjadi generasi penerus cerdas dan berkualitas serta terhindar dari stunting. “Stunting itu pendek dan kemampuan otak tidak stabil,” ungkapnya.
Beberapa penyebab stunting antara lain kawin terlalu muda atau tua. Allah membuat panggul manusia 10 cm saat berusia 20 tahun dan kepala bayi berukuran 9,8 cm. Apabila hamil sebelum usia 20 tahun, maka bayi sulit keluar. “Di bawah 20 tahun, panggul masih sempit, belum cukup untuk lewat kepala bayi,” tegasnya.











