CILACAP – CMI News : Menekuni sebuah hobi jika dijalankan dengan sungguh sungguh dapat menghasilkan sebuah bisnis yang menguntungkan.

Salah satu hobi yang ditekuni menjadi sebuah bisnis adalah Budidaya burung anggungan, seperti yang di lakukan Kelik Sudarmanto warga Desa Gandrungmangu Kabupaten Cilacap.

Menurutnya, kecintaannya pada burung, sudah sejak kecil, dari awalnya untuk hiburan hingga menjadi penghasilan.

“Saya pilih burung anggungan karena dalam perawatan tidak terlalu repot, dan makanannya juga makanan kering, biji bijian yang mudah didapat dan pastinya murah harganya”, ucapnya.

Menurutnya, burung yang dipelihara oleh Kelik Sudarmanto, jenis anggungan seperti perkutut, derkuku, puter pelung, dan kelantan.

“Kalau untuk harga burungnya sendiri, bervariasi tergantung kualitas burungnya, meski dari anakan burung bagus dan juara, belum tentu akan menghasilkan anakan yang bagus atau tidak semuanya juara”, jelas Kelik.

Foto keluarga Kelik Sudarmanto. (foto: pribadi)

Harganya sendiri, lanjut Kelik, mulai dari Rp.250 ribu, hingga 1 sampai 5 juta rupiah. Dari menekuni hobi dan menjadi berpenghasilan, anggungan yang di pelihara beromset hingga 60 juta per bulan, karena ada anggungan yang harganya 15 juta rupiah per ekor.

“Alhamdulillah, dari menekuni anggungan, ketiga anak saya menjadi dokter, karena dasarnya anak saya suka di jurusan itu (kedokteran)”, jelas Kelik (61), Jumat (19/7/2024).

Kelik menambahkan, setidaknya masalah biaya pendidikan anaknya terbantu dengan usaha yang digelutinya.

Dalam hal pemasaran, Kelik menceritakan, hasil burung ternaknya, selain di pasarkan melalui media sosial, Bapak tiga anak ini juga aktif mengikuti berbagai kontes burung anggungan di berbagai kota

“Aktif ikut lomba atau kontes, di kota kota seperti, Cilacap, Brebes, Pekalongan, Semarang, Surabaya, Bogor, hingga Jakarta”, pungkasnya.

Budidaya burung anggungan ternyata dapat menjadikan usaha yang menguntungkan, selain memiliki suara khas dan merdu, anggungan ternyata memiliki nilai ekonomis yang cukup menjanjikan, seperti yang di lakukan oleh Kelik Sudarmanto (61) warga Gandrungmangu Kabupaten Cilacap ini.