“Rekom itu sendiri ada di DPP PDIP, saya terus terang sama sekali tidak berusaha untuk tahu, yang jelas saya sebagai kader mendapat perintah. Kemarin hanya diminta untuk hadir di hari Senin (26/8) untuk acara, di situlah baru diumumkan, prosesnya begitu,” bebernya.
Sementara itu, Hendi mengaku bahwa dirinya dan Andika belum berkomunikasi secara intens pada rencana ke depan dalam memimpin Jateng. Sebab dirinya dan Andika baru bertemu pada waktu menerima rekom.
Kendati demikian, hal tersebut tak lantas membuat kemistri mereka kendor. Pihaknya berkomitmen akan mempertahankan julukan Jateng Lumbung Pangan Nasional dalam kepemimpinannya.
“Memang saya sama Pak Andika itu baru ketemu pas rekom, secara diskusi intens pasti belum. Tapi sedikit banyak, pak Andika dan saya meyakini Jateng itu lumbung pangan nasional, di situlah yang kita pertahankan dan kita lihat,” tegasnya.



















