Seruan tersebut muncul sebagai bentuk protes terhadap tayangan salah satu program televisi yang dianggap menjelekkan lembaga pesantren, kyai, dan para santri. Dalam pernyataannya, HIMASAL menegaskan bahwa pesantren merupakan benteng moral dan pendidikan akhlak bangsa, sehingga segala bentuk penghinaan terhadapnya tidak bisa ditoleransi.













