Koordinator aliansi juga menegaskan bahwa aksi mereka telah terkonsep secara matang dan memiliki tuntutan yang jelas yang ditujukan kepada Bupati Pemalang.
Mereka menyatakan tidak terkait dengan aksi-aksi dadakan atau yang tiba-tiba dibatalkan oleh pihak lain, seperti gerakan yang muncul pasca insiden ojek atau yang dikenal dengan “gerakan tahu bulat.”
“Adapun perkara ojek dilindas mati, terus ada gerakan-gerakan tahu bulat yang diinisiasi oleh ormas lain dan organisasi mahasiswa yang akhirnya nggembos dan tiba-tiba dibatalkan, ya bukan urusan kita,” tegasnya.
Dengan demikian, aliansi memastikan bahwa aksi unjuk rasa mereka akan tetap berlangsung sesuai jadwal pada tanggal 4 September mendatang, dan mereka menolak jika aksi mereka dianggap sebagai aksi perusuh.














