Dogiyai, Papua Tengah — Mengawali tahun baru dengan semangat baru, Komunitas Literasi Dogiyai Maju menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan gerakan literasi hingga memiliki satu perpustakaan sendiri pada tahun 2026. Selama kurang lebih dua tahun Lapak Baca Literasi, komunitas ini konsisten melaksanakan kegiatan literasi melalui program lapak baca di beberapa kampung tanpa memiliki fasilitas perpustakaan permanen.
Kami Penggerak Literasi Dogiyai Maju menyampaikan bahwa keterbatasan fasilitas, sarana, dan prasarana tidak menyurutkan semangat kami. Kami mau menegaskan tidak ingin terus bergantung pada Pemerintah Daerah, melainkan berjuang dan berusaha secara mandiri untuk membangun perpustakaan demi masa depan generasi Kabupaten Dogiyai.
Saya Pendiri Komunitas Literasi Dogiyai Maju, Redi Dogomo, menegaskan bahwa perpustakaan merupakan pusat pengetahuan dan sumber inspirasi. Menurutnya, di dalam perpustakaan tersimpan ide, gagasan, serta pemikiran orang-orang besar dan para ilmuwan yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga mahasiswa.
















