
CILACAP – CMI News : Operasi Lilin Candi 2024 digelar Polresta Cilacap, sebanyak 211 personel diterjunkan dalam Operasi Lilin Candi 2024 tersebut. Gelaran operasi ini di tandai dengan Apel Gelar Pasukan yang berlangsung di Alun-Alun Cilacap, Jumat (20/12/2024).
Apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2024, dipimpin oleh PJ Bupati Cilacap, M. Arief Irwanto, sebagai inspektur upacara, didampingi Kapolresta Cilacap Kombes Pol Ruruh Wicaksono, Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Andi Yuliazi serta Danlanal Cilacap Letkol Laut (PM) Damianus Denny Nixon Ogi.
Membacakan amanat Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Pramono, PJ Bupati Cilacap dalam amanat Kapolri menekankan pentingnya kesiapan personel serta sarana dan prasarana untuk menjamin keamanan masyarakat dan memastikan perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) berlangsung aman dan kondusif, khususnya di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai lebih dari 110 juta orang di seluruh Indonesia.

“Pengamanan Nataru harus dilaksanakan dengan baik, mengingat perayaan ini tidak hanya menjadi momen ibadah dan suka cita bagi masyarakat, akan tetapi juga berdampak pada peningkatan aktivitas di berbagai sektor”, ungkap PJ Bupati membacakan amanat
Dalam amanatnya, Kapolri juga menggaris bawahi pentingnya pengamanan tempat ibadah, jalur transportasi, hingga tempat wisata, serta antisipasi terhadap potensi gangguan seperti kejahatan konvensional aksi teror dan cuaca ekstrem.

Sementara itu, dikatakan Kapolresta Cilacap, setelah Apel Gelar Pasukan, bahwa Polresta Cilacap siap mendukung kelancaran Operasi Lilin Candi 2024.

“Sebanyak 211 personel kami terjunkan terutama di titik-titik strategis, seperti gereja, pusat perbelanjaan, dan jalur transportasi, untuk memastikan pengamanan berjalan baik”, kata Kombes Ruruh.
Operasi Lilin Candi 2024, lanjut Kapolresta Cilacap, diharapkan dapat menjamin rasa aman bagi masyarakat Cilacap dalam merayakan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, semua itu tidak lepas dari sinergitas seluruh elemen.
Operasi Lilin Candi 2024 dilaksanakan selama 13 hari mulai 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025, dalam operasi tersebut melibatkan TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan lainnya yang bersinergi.








