CMI News – Sejumlah SPBU swasta seperti Shell dan Vivo Energy Indonesia belum kembali menjual bensin setelah sempat kehabisan stok. Penyebabnya bukan karena kelangkaan BBM nasional, melainkan belum tercapainya kesepakatan pembelian dengan Pertamina, yang kini menjadi pintu utama suplai bensin bagi badan usaha swasta.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa mekanisme pengadaan BBM bagi SPBU swasta memang dilakukan secara business to business (B2B). Artinya, kerja sama pengadaan harus disepakati langsung antara operator SPBU swasta dan Pertamina.
“Konsepnya B2B. Tadi juga saya rapat dengan Pertamina. Silakan saja dikolaborasikan dengan baik,” ujar Bahlil.
Stok Nasional Aman, Tidak Perlu Panik
Meski beberapa SPBU swasta belum kembali berjualan bensin, Bahlil memastikan bahwa ketersediaan BBM nasional tetap aman. Menurutnya, cadangan BBM Indonesia masih berada pada kisaran 18–19 hari, yang merupakan batas aman nasional.
“Sampai hari ini stok BBM kita aman. Cadangan kita di angka 18 hari, itu minimalnya,” kata Bahlil.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir jika menemukan SPBU swasta yang belum memiliki stok bensin. Pemerintah memastikan pasokan di SPBU Pertamina tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.













