CMI News — Setelah sempat mencatat reli luar biasa sepanjang enam bulan terakhir, saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) — emiten sawit milik pengusaha asal Kalimantan, Haji Isam — kembali menjadi sorotan. Pasalnya, usai dibuka kembali dari suspensi perdagangan, harga saham JARR langsung anjlok tajam dan terkena Auto Reject Bawah (ARB) pada perdagangan Senin, 20 Oktober 2025.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham JARR turun 14,88% ke level Rp3.660 per saham, dengan kapitalisasi pasar menyusut menjadi sekitar Rp33,78 triliun. Koreksi ini terjadi tak lama setelah saham tersebut dibuka kembali dari suspensi yang sempat diberlakukan untuk meredam lonjakan harga ekstrem sebelumnya.
Dari Euforia ke Koreksi Tajam
Dalam sebulan terakhir, saham JARR sempat naik lebih dari 34%, dan secara akumulatif telah melesat 905% dalam enam bulan terakhir — sebuah lonjakan spektakuler yang membuatnya menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik di bursa.
Namun, euforia itu tampaknya kini mereda.













