“Pola pelemahan sudah terlihat sejak 14 Oktober 2025. Hal ini juga diperkuat oleh indikator MACD yang mengalami deadcross pada 16 Oktober,” jelasnya.
Herditya menambahkan, saat ini level support JARR berada di kisaran Rp3.130, sedangkan resistance berada di sekitar Rp3.730. Dengan kondisi tersebut, investor disarankan untuk berhati-hati terhadap potensi tekanan jual lanjutan.
Kronologi Suspensi dan Pembukaan Kembali
BEI sebelumnya menghentikan sementara perdagangan saham JARR pada 24 September 2025 karena volatilitas harga yang tidak wajar dan munculnya Unusual Market Activity (UMA). Suspensi kemudian dibuka kembali pada 3 Oktober 2025, memberikan kesempatan bagi pelaku pasar untuk melakukan penyesuaian.
Namun, begitu kembali diperdagangkan penuh, saham JARR justru mengalami tekanan jual yang signifikan.













