Cikarang, CMI News — Harga batu bara global kembali melemah, menandai tren penurunan lima hari berturut-turut yang menjadi yang pertama sejak Maret 2025. Tekanan harga kali ini dipicu oleh turunnya permintaan dari China, konsumen batu bara terbesar dunia.
Berdasarkan data Refinitiv, perdagangan Kamis (7/8/2025) ditutup di level US$ 115 per ton, turun 0,95% dibandingkan hari sebelumnya. Secara akumulatif, harga sudah terkoreksi 2,05% dalam lima sesi perdagangan terakhir.
Sepanjang 2025, penurunan harga dalam lima hari beruntun hanya terjadi lima kali, yakni pada awal dan akhir Januari, awal Februari, awal Maret, dan kini di awal Agustus.
Pukulan untuk Ekspor Indonesia


















