Cikarang, CMI News — Pemerintah Indonesia terus mempercepat langkah hilirisasi energi melalui proyek ambisius konversi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Enam proyek pabrik DME akan dikembangkan di berbagai wilayah strategis dengan total investasi diperkirakan mencapai Rp164 triliun. Langkah ini tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan impor LPG, tapi juga menciptakan peluang ekonomi baru di daerah.
Rencana pembangunan enam pabrik DME ini merupakan bagian dari hasil pra-feasibility study (pra-FS) yang disusun oleh Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. Dokumen pra-FS tersebut telah diserahkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani.
Adapun keenam lokasi yang disiapkan untuk proyek DME meliputi Bulungan, Kutai Timur, Kota Baru, Muara Enim, Pali, dan Banyuasin. Jika berjalan sesuai rencana, proyek-proyek ini diproyeksikan akan membuka 34.800 lapangan kerja, langsung maupun tidak langsung.
Siapa yang Akan Menggarap Proyek Ini?
Meski dokumen pra-FS sudah rampung, CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan bahwa pihaknya belum menetapkan siapa yang akan ditugaskan untuk menggarap proyek-proyek ini. Proses evaluasi menyeluruh masih berlangsung untuk menilai aspek teknis, finansial, hingga dampak sosial dan lingkungan.
โKami akan mengevaluasi dokumen pra-FS ini secara komprehensif. Ini proyek besar dan tanggung jawabnya pun besar, jadi pendekatannya harus hati-hati dan menyeluruh,โ kata Rosan dalam pernyataannya dikutip Rabu (30/07/2025).
Menurut Rosan, kemungkinan model investasi bisa beragam. Bisa melalui BUMN seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA), bisa juga dilakukan langsung oleh Danantara, atau kolaborasi keduanya. Tak tertutup pula peluang bagi swasta nasional maupun asing untuk ikut ambil bagian.
โJustru kami di Danantara ingin membuka ruang sebesar-besarnya bagi pelaku usaha, terutama dari dalam negeri, untuk berinvestasi di sektor hilirisasi yang potensial ini,โ tambah Rosan.
Ia juga menegaskan bahwa aspek sosial, hukum, hingga teknologi akan dikaji secara mendalam, dengan melibatkan pihak independen untuk menjamin proses yang transparan dan akuntabel.
Bagian dari Rangkaian Besar Proyek Hilirisasi
Pembangunan pabrik DME ini hanya satu dari 18 proyek hilirisasi strategis nasional yang disiapkan pemerintah. Total nilai investasi dari keseluruhan proyek tersebut mencapai Rp618 triliun, dengan potensi penciptaan lapangan kerja lebih dari 276.000 orang.
Beberapa proyek strategis lainnya antara lain:
Smelter aluminium di Mempawah (Rp60 triliun),
Industri aspal Buton di Sulawesi Tenggara (Rp1,49 triliun),
Industri mangan di Kupang (Rp3,05 triliun),
Stainless steel slab di Morowali (Rp38,4 triliun),
Copper rod & wire di Gresik (Rp19,2 triliun),
Dan proyek-proyek lainnya di bidang makanan, energi terbarukan, hingga industri kelapa dan rumput laut.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















