“Sebagai Camat Petarukan, saya berkomitmen penuh untuk memberikan fasilitasi dan pendampingan bagi jajaran pemerintah desa di setiap tahapan Pilkades. Kami juga memastikan pelayanan di tingkat kecamatan selalu siap siaga agar semua urusan administrasi dapat terselenggara dengan lancar,” ungkap Muhibin.
Kepanitiaan yang bersih adalah pondasi utama untuk menciptakan iklim demokrasi desa yang akuntabel. Ini penting, tidak hanya untuk kelancaran sirkulasi kepemimpinan, tetapi juga demi mewujudkan visi besar kita bersama, yaitu ‘Petarukan Luar Biasa’,” tambah Muhibin.
Melalui proses diskusi dan musyawarah yang melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan unsur lembaga kemasyarakatan desa, struktur Panitia Pilkades serta Tim Pengawas Desa Panjunan akhirnya resmi terbentuk berdasarkan mufakat bulat dari seluruh peserta yang hadir.
Kegiatan di Desa Panjunan ini merupakan bagian dari agenda maraton yang dilaksanakan oleh Tim Fasilitasi Kecamatan Petarukan di 16 desa yang menyelenggarakan Pilkades serentak tahun ini. Pihak kecamatan menargetkan seluruh rangkaian pembentukan panitia tingkat desa ini rampung pada pertengahan Juli.
Dengan terbentuknya kepanitiaan dan pengawas yang sah secara hukum, Desa Panjunan kini resmi mengantongi legalitas kuat untuk melaju ke tahapan berikutnya. Panitia yang baru terbentuk akan segera mengemban tugas berat, mulai dari penyusunan daftar pemilih, sosialisasi kepada warga, hingga penyiapan seluruh logistik pilkades agar pesta demokrasi di Desa Panjunan berjalan aman, tertib, dan sukses. (red/cmigroup)

















