“Kesehatan mulut merupakan bagian dari target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga: kehidupan sehat dan sejahtera. Karena itu, kolaborasi antara dokter gigi, dokter umum, tenaga kesehatan, hingga pembuat kebijakan sangat diperlukan,” ujarnya.
Selain aktif mengembangkan riset di bidang infeksi imunologi dan penyakit mulut, Febrina juga konsisten melakukan edukasi publik tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak dini. Ia menyoroti keterkaitan kesehatan mulut dengan kebiasaan merokok, anemia, defisiensi vitamin D, serta kesehatan pasien dengan gangguan mental di rumah sakit jiwa nasional.
Mengubah Pola Pikir Masyarakat
Masih banyak masyarakat yang menganggap mulut kering hanyalah efek sementara dari stres, konsumsi obat, atau dehidrasi. Padahal, bila berlangsung lama, kondisi ini bisa menjadi indikator gangguan pada sistem kekebalan tubuh, kelenjar ludah, hingga metabolisme. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin ke dokter gigi seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup preventif, bukan hanya dilakukan ketika sudah sakit.
Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan fisik, menjaga kesehatan mulut menjadi bagian tak terpisahkan dari investasi kesehatan jangka panjang.













