Masalah di area mulut tidak berhenti di sana. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa gangguan seperti infeksi gusi, gigi berlubang, hingga luka di mukosa mulut dapat memicu reaksi berantai yang berdampak ke organ tubuh lain.
Kondisi tersebut diketahui meningkatkan risiko penyakit jantung, radang sendi (rheumatoid arthritis), osteoporosis, diabetes, gangguan pencernaan, hingga bahkan stunting pada anak.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa kesehatan mulut memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan sistemik. Dengan kata lain, perawatan gigi bukan hanya tentang estetika, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Perlu Kolaborasi Lintas Disiplin
Febrina menilai sistem kesehatan di Indonesia masih perlu memperkuat pendekatan kolaboratif antarprofesi agar penanganan pasien lebih komprehensif.













