“Operasi ofensif terberat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera dimulai menuju wilayah dan pangkalan teroris Amerika yang diduduki,” demikian pernyataan IRGC dikutip dari Reuters Senin, (2/3/2026).
Pernyataan itu mempertegas sikap Teheran yang menilai serangan AS dan Israel sebagai aksi agresi terbuka. Iran menegaskan tidak akan membiarkan kematian pemimpin tertingginya berlalu tanpa respons.
Situasi kawasan pun kian tegang. Sejumlah negara di Timur Tengah meningkatkan kewaspadaan menyusul ancaman serangan balasan dari Iran dan potensi eskalasi konflik yang lebih luas.











