Hasilnya menunjukkan adanya korelasi antara waktu tidur larut dengan tingkat fleksibilitas berpikir dan kreativitas yang lebih tinggi. Peneliti menduga, aktivitas otak pada malam hari membantu sebagian orang mengakses ide-ide baru atau berpikir lebih non-linear dibanding “morning person”.
Namun, Temuan Ini Masih Perlu Diuji Lebih Lanjut
Meski menarik, sejumlah pakar menilai temuan ini belum bisa dijadikan kesimpulan mutlak. Jacqui Hanley, Kepala Pendanaan Penelitian Alzheimer’s Research Inggris, mengingatkan agar publik berhati-hati dalam menafsirkan hasilnya.
“Kita belum tahu apakah kebiasaan tidur larut memengaruhi kemampuan berpikir, atau justru perubahan fungsi otak yang mengubah pola tidur seseorang,” jelas Hanley.













