Ahli tidur Raha West menekankan pentingnya keseimbangan dalam durasi istirahat. Menurutnya, tidur terlalu sedikit maupun terlalu lama sama-sama bisa berdampak negatif terhadap kesehatan otak.
“Penting diingat untuk cukup tidur — bukan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Tidur yang seimbang membantu menjaga fungsi otak agar tetap optimal,” ujar Raha, dikutip dari The Guardian.
Uji Kecerdasan dan Pola Tidur
Penelitian yang melibatkan 26 responden ini mengukur berbagai indikator kognitif seperti penalaran logis, refleks, hingga daya ingat. Para partisipan juga menjalani analisis pola tidur, termasuk kualitas dan chronotype—yakni kecenderungan alami seseorang untuk merasa lebih waspada di waktu tertentu, apakah pagi atau malam.













