Sarjono menambhakan, kesulitan nelayan mendapatkan ikan sudah terjadi sejak 4-5 bulan, pihaknya tidak ada anggaran.
“Sudah sekitar 4-5 bulan kesulitan mendapatkan ikan, HNSI untuk membantu nelayan tidak ada anggaran, ya bagaimana nelayan supaya bisa bertahan saja. Kalau untuk solusi mungkin KUD Mino Saroyo yang lebih mengerti, karena yang mengelola”, jelasnya.



















