Regulasi Baru, Hambatan Baru
Tak hanya soal pencucian uang, Otoritas Moneter Singapura (MAS) juga memperketat aturan kripto. Mulai 2025, setiap platform yang menawarkan produk kripto ke luar negeri wajib memiliki lisensi dengan modal minimum SG$250 ribu, serta memenuhi standar kepatuhan anti pencucian uang (AML) dan manajemen risiko teknologi.
“Aturan itu membuat hampir semua klien kripto kami keluar dari Singapura,” ujar Lin.
MAS menegaskan bahwa mereka tetap membuka diri terhadap kekayaan yang sah, namun regulasi diperketat untuk menjaga integritas sistem keuangan.
Dampak ke Perbankan & Imigrasi
Efek domino dari skandal Fujian dan runtuhnya perusahaan besar seperti Three Arrows Capital dan FTX juga membuat perbankan semakin berhati-hati. Bank di Singapura banyak melakukan uji tuntas ulang, menutup rekening, hingga menolak aplikasi family office baru.













