Dolar AS Ikut Melemah Setelah Pemerintahan AS Dibuka Kembali
Pelemahan dolar AS sepekan terakhir menjadi katalis positif bagi sebagian mata uang Asia. Indeks dolar (DXY) tercatat turun 0,33% dalam seminggu, meski pada Jumat menguat tipis 0,12% ke level 99,27.
Melemahnya dolar terjadi setelah pemerintahan AS kembali beroperasi usai penutupan selama 43 hari—shutdown terlama dalam sejarah modern. Situasi ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai dampak jangka panjang terhadap kepercayaan investor serta distribusi data ekonomi penting.
Penutupan sebelumnya menyebabkan:
gangguan lalu lintas udara
tertundanya bantuan pangan bagi warga berpendapatan rendah
lebih dari 1 juta pegawai federal tidak menerima gaji
Menurut Juan Perez, Direktur Perdagangan Monex USA, pelaku pasar masih ragu kapan data ekonomi AS bisa kembali dirilis lengkap dan akurat. Ketidakpastian ini menekan dolar dan membuat volatilitas meningkat.
Data Ekonomi AS Bisa Mengubah Arah Kebijakan The Fed
Gedung Putih memastikan laporan ketenagakerjaan Oktober tetap dirilis, tetapi tanpa data tingkat pengangguran, karena survei rumah tangga tidak dilakukan selama masa shutdown.
Ketidaklengkapan data ini bisa memengaruhi analisis The Federal Reserve dalam menentukan arah suku bunga. Saat ini, jalur kebijakan moneter The Fed masih belum jelas, mengingat:
inflasi AS belum turun stabil











