CMI News — Pasar saham Indonesia menutup pekan ini dengan kinerja yang kurang menggembirakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dan sempat empat kali berakhir di zona merah dari lima hari perdagangan. Namun di tengah tekanan pasar tersebut, sejumlah saham justru menunjukkan performa yang sangat agresif dan melonjak ratusan persen.
IHSG Masih Tertekan, Tapi Ada “Pemenang-Pemenang Baru”
IHSG mencatat pelemahan 0,29% dalam sepekan dan bertengger di level 8.370,43. Tekanan terhadap indeks mencerminkan sentimen global yang belum kondusif serta aksi ambil untung investor domestik.
Menariknya, di tengah pelemahan indeks, ada saham-saham yang justru “ngerem mendadak” lalu langsung tancap gas dengan kenaikan harga fantastis.
1. UANG — Saham Pakuan Tbk Meledak 177% Setelah Aksi Beli Pemegang Kendali
Posisi pertama ditempati PT Pakuan Tbk (UANG), yang melonjak 177,65% dalam sepekan. Kenaikan ekstrem ini terkait aksi korporasi Happy Hapsoro, yang memperkuat kepemilikannya di perusahaan tersebut.
Pada 7 November 2025, Hapsoro membeli 234,17 juta saham UANG di harga Rp467, dengan total transaksi mencapai Rp109,36 miliar. Setelah pembelian ini, kepemilikannya naik menjadi 19,35%, dari sebelumnya menggenggam melalui PT Basis Utama Prima.
Aksi ini memicu lonjakan minat pasar dan mendorong harga saham UANG naik tajam.
2. MORA — Saham Mora Telematika Naik 156%
Di posisi kedua ada PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) yang melesat 156,33% dalam sepekan. Kenaikan ini dipicu oleh minat investor terhadap sektor telekomunikasi yang dinilai defensif serta potensi ekspansi jaringan yang disebut bakal memberi efek jangka panjang.
3. PURI — Melonjak 60% di Tengah Sentimen Properti Campuran












