Jakarta, CMI News — Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, mendesak pemerintah untuk bersikap tegas terhadap koperasi yang bermasalah. Hal ini disampaikannya dalam rapat bersama kementerian terkait, Senin (8/9), di mana ia menyoroti perlunya transparansi dan tindakan nyata dalam mengelola sektor koperasi di Indonesia.

Dalam pernyataannya, Rizal menekankan pentingnya memberikan dukungan penuh kepada koperasi yang dikelola dengan baik dan sesuai aturan. “Koperasi-koperasi yang benar harus terus disupport, diberikan sertifikat,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa bantuan yang diberikan harus benar-benar menyasar koperasi yang sehat dan memiliki manfaat bagi masyarakat.

Namun, di sisi lain, Rizal juga menyoroti maraknya permasalahan di lapangan, terutama terkait koperasi yang tidak berjalan sesuai aturan. Menurutnya, pemerintah harus bersikap berani untuk menolak memberikan bantuan kepada koperasi yang terbukti bermasalah. “Kalau tidak benar ya jangan dibantu. Kalau dibiarkan, kasihan nanti bangsa yang jadi rugi,” ujar Rizal.

Secara spesifik, ia menyoroti keberadaan koperasi berbasis BMT (Baitul Maal wat Tamwil) yang dianggapnya rawan bermasalah. Ia meminta pemerintah untuk lebih ketat dalam menyaring pengajuan izin dan bantuan. “Kalau ada koperasi-koperasi BMT yang bermasalah, sebaiknya ditolak. Jangan sampai merugikan masyarakat,” tuturnya, menekankan pentingnya melindungi masyarakat dari potensi kerugian.

Terkait program Koperasi Merah Putih, Rizal juga meminta kejelasan mengenai progres dan alokasi dana yang telah dialokasikan. Ia berharap anggaran tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat koperasi yang sehat, sehingga program ini benar-benar membawa dampak positif bagi ekonomi rakyat.