Dari hasil koreksi, Agus Setiyanto menjelaskan bahwa akar permasalahan ini adalah error system pada Sirekap. Dimana sistem membaca huruf “X” menjadi angka “8”. Walhasil terjadi lonjakan suara salah satu partai tersebut.
“Jadi semua sudah clear. Besok, kami juga akan bersurat ke KPU RI agar Sirekap di take down agar masyarakat tidak bingung.” terangnya
*Follow Berita Center Media Independent di Google News















