PEMALANG — Gelombang keprihatinan atas kematian Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa SDN Kebondalem 01 yang diduga menjadi korban perundungan (bullying), terus mengalir. Puluhan warga yang mengatasnamakan Aliansi Justice for Aqib menggelar aksi solidaritas berupa doa bersama dan penyalaan lilin di depan Pendopo Kabupaten Pemalang pada Senin (19/10/2026) malam.

Aksi yang berlangsung aman dan tertib sejak pukul 19.30 hingga 22.00 WIB tersebut diikuti sekitar 50 peserta. Selain menyalakan lilin dan menabur bunga, massa juga menggelar aksi teatrikal serta pembacaan puisi untuk menuntut keadilan dan transparansi hukum atas tewasnya korban.

Sejumlah tokoh pemuda dan mahasiswa tampak mendampingi jalannya aksi, di antaranya Koordinator Aksi Hamu Fauzi (Karang Taruna Kabupaten Pemalang), Fadil Nur Sidik (mahasiswa ITB Adias Pemalang), dan Khafid Sukron (perwakilan Gempar).

Dalam orasinya, Hamu Fauzi menegaskan bahwa dugaan aksi perundungan yang merenggut nyawa seorang anak tidak boleh dianggap remeh atau diselesaikan secara asal-asalan. Pihaknya mendesak evaluasi menyeluruh terhadap instansi terkait, khususnya lingkungan sekolah yang diduga melakukan pembiaran.

“Kami meminta seluruh pihak terkait, mulai dari sekolah hingga instansi yang memiliki kewenangan, dievaluasi sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing,” tegas Hamu di lokasi aksi.

Selain dugaan bullying di sekolah, massa aksi juga menyoroti dugaan kelalaian medis dalam penanganan korban. Mereka meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan objektif berbasis bukti ilmiah dan prosedur hukum yang berlaku.

Kuasa hukum aliansi, Husainda Kusuma, S.H., memaparkan empat poin utama yang disuarakan dalam aksi tersebut:

Penegakan hukum secara transparan dan adil demi mengusut tuntas penyebab kematian korban.

Pemeriksaan independen terkait dugaan kelalaian medis saat penanganan korban, Evaluasi total terhadap predikat Kabupaten Layak Anak bagi Pemalang, dan Pembentukan dan penguatan Satgas Perlindungan Anak yang berkesinambungan, bukan sekadar respons sesaat saat kasus viral.

Menanggapi tuntutan masyarakat, Kapolres Pemalang menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya Muhammad Hasbi Al Aqib. Pihaknya memastikan proses penyidikan sedang berjalan, baik terhadap pihak sekolah maupun terduga pelaku perundungan.

Mengenai dugaan kelalaian medis, Kapolres mengapresiasi keaktifan masyarakat dalam memberikan informasi dan berjanji akan mengusut setiap temuan secara terbuka, profesional, dan berkeadilan.

Aksi solidaritas berakhir dengan doa bersama sebelum massa membubarkan diri secara kondusif. Aliansi berharap tragedi yang menimpa almarhum Aqib menjadi momentum besar bagi Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk membenahi sistem perlindungan anak dan pencegahan bullying di lingkungan pendidikan.