Lebih lanjut, Gus Anam menegaskan pentingnya untuk menolak penggunaan isu SARA sebagai alat politik yang tidak sehat dan dapat memecah belah, memicu konflik dan merusak persatuan bangsa. “Kita harus waspada terhadap upaya-upaya yang menggunakan isu SARA sebagai komoditas politik, karena hal tersebut berpotensi merusak pilkada, memecah belah dan mengancam persatuan serta kesatuan negara kesatuan republik Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, Gus Anam juga mengingatkan masyarakat Banyumas dan Jawa Tengah agar lebih bijaksana dalam memilih tempat untuk berkampanye. Ia mengimbau agar tidak menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, serta lembaga pendidikan sebagai arena untuk melaksanakan kampanye politik. “Sangat Penting untuk tetap mematuhi aturan yang ada. Hindari menggunakan fasilitasĀ umum pemerintah seperti tempat ibadah, dan tempat pendidikan untuk kegiatan kampanye,” tegasnya.



















