“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk memastikan kader jumantik memiliki kemampuan yang benar dalam mendeteksi dan mengendalikan jentik di lingkungan. Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan secara rutin sehingga angka bebas jentik di masyarakat semakin meningkat,” ujar Fajrina.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan kader sangat krusial, terutama di wilayah padat penduduk seperti Aur Duri, yang berpotensi tinggi mengalami peningkatan kasus DBD.
Pelatihan ini mendapat apresiasi tinggi dari Koordinator Jumantik wilayah Puskesmas Aur Duri.













