Cikarang, CMI News — Kinerja keuangan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), perusahaan milik taipan energi Prajogo Pangestu, mengalami tekanan berat pada paruh pertama tahun 2025. Meski berhasil mencetak lonjakan pendapatan, laba bersih perseroan justru anjlok tajam hingga 93% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) CUAN membukukan laba bersih sebesar US$1,94 juta atau sekitar Rp32 miliar pada semester I-2025. Angka ini merosot drastis dibandingkan capaian tahun lalu yang mencapai US$29,6 juta.
Pendapatan Tumbuh, Tapi Tekanan Biaya Tak Terbendung
Secara topline, CUAN sebenarnya mencatatkan pertumbuhan yang cukup impresif. Pendapatan perusahaan naik 49% secara tahunan menjadi US$462 juta, ditopang oleh sejumlah segmen strategis.
Pendapatan terbesar berasal dari:
Konstruksi dan rekayasa: US$159 juta
Penambangan: US$158 juta
Penjualan batu bara: US$108 juta
Jasa: US$34,81 juta
Pendapatan lain-lain: US$1,35 juta
Namun, lonjakan pendapatan ini tak mampu menutup tingginya beban operasional. Beban pokok pendapatan CUAN melonjak 70% menjadi US$414 juta, sehingga memangkas margin keuntungan secara signifikan. Dampaknya, laba kotor perusahaan turun 28% menjadi US$48 juta, mengindikasikan tekanan berat pada sisi efisiensi operasional.
Siapa Penyumbang Terbesar Pendapatan CUAN?
CUAN mengandalkan sejumlah klien besar sebagai sumber pendapatan utama. Tiga pelanggan terbesarnya adalah:
BP Berau Ltd: US$70,29 juta
PT Freeport Indonesia: US$53,60 juta
PT Kideco Jaya Agung: US$50,86 juta
Ketergantungan pada proyek-proyek besar ini menjadi kekuatan sekaligus risiko, terutama ketika terjadi fluktuasi biaya atau gangguan operasional dari sisi mitra kerja.
Struktur Keuangan: Aset Naik, Tapi Liabilitas Membengkak
Hingga akhir Juni 2025, total aset CUAN naik menjadi US$2,13 miliar, dari sebelumnya US$1,77 miliar pada akhir Desember 2024. Namun, peningkatan ini juga dibarengi dengan naiknya posisi liabilitas yang mencapai US$1,57 miliar.
Kondisi tersebut membuat ekuitas CUAN tergerus menjadi US$560,26 juta, menandakan tekanan finansial yang perlu dicermati lebih lanjut, terutama jika tren biaya tinggi berlanjut di semester II.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













